Cirebon, (23/5) secara resmi diberangkatkan delegasi dari berbagai instansi untuk melakukan pelayaran mengarungi Samudera Hindia selama tiga minggu dalam program Indonesia Program Initiative on Maritime Observation and Analysis atau lebih dikenal dengan sebutan InaPRIMA. Program ini bertujuan untuk pengamatan cuaca kelautan di Samudera Hindia untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia sebagaimana tertuang dalam nawacita kabinet Jokowi-Jusuf Kalla.

Indonesia merupakan negara dengan luas laut yang sangat besar dan lautan yang kita miliki ini memiliki banyak potensi untuk kesejahteraan masyarakat. Seperti yang kita tahu, lautan Indonesia telah menyumbang banyak hal dalam bidang kesejahteraan masyarakat baik dari sektor perikanan, eksplorasi minyak dan lain lain. Cuaca adalah faktor penting yang mendukung keberlangsungan kegiatan tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya observasi kelautan agar Indonesia dapat mewujudkan tujuan menjadi poros kemaritiman dunia.

Samudera Hindia sebagai salah satu samudera terluas di dunia merupakan sumber data yang penting untuk memprediksi iklim secara global. Oleh karena itu melalui kerjasama pemerintah, akademisi, dan berbagai instansi lainnya terbentuklah kegiatan ini.

Tahun ini, InaPRIMA mengirimkan 17 delegasi yang berasal dari BMKG, Taruna dan Dosen Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Universitas Sriwijaya dan NOAA. Tahun ini merupakan tahun ke-empat dari kegiatan InaPRIMA yang melibatkan instansi  BMKG-NOAA dan dengan dukungan dari Puslitbang Geologi Kelautan dan Balitbang Kementerian ESDM.

Pada Senin, 21 Mei 2018 bertempat di lapangan apel besar terdapat penyampaian oleh Kepala Prodi Meteorologi, Bapak Dr. Aries Kristianto, M.Si terkait pengiriman Delegasi STMKG untuk InaPRIMA 2018 dengan mengirimkan 3 orang taruna/i dan diampingi oleh 2 orang dosen STMKG, sebagai berikut.

Taruna STMKG
Muhammad Fuad Islami (Meteorologi 8D
Khafid Rizki Pratama (Meteorologi 8B)
Ejha Larasati Siadari (Meteorologi 8B)

Dosen STMKG
Hasti amrih rejeki, M.Si
Suharni, MT

Dilansir dari laman resmi BMKG (bmkg.go.id), pelepasan delegasi InaPRIMA tahun ini dilaksanakan di Cirebon oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Prabowo Rahadi Mulyono, M.Si. Mereka berlayar menggunakan Kapal Riset Geomarin III milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral selama 3 minggu hingga pertengahan Juni 2018 pada lima titik di Samudera Hindia dan Perairan Barat Sumatera hingga ke Teluk Benggala dan berakhir di Pelabuhan Sibolga. Kapal ini merupakan produksi PT. PAL-Surabaya pada tahun 2008.

Dalam ekspedisinya, para delegasi akan melakukan pengamatan data-data meteorologi maritim, atmoster, oseanografi dan pengamatan marine-geofisika setiap jam selama rute pelayaran. Nantinya pada akhir pelayaran ini akan dihasilkan data pengamatan RAMA Buoy yang real-time dan akurat. Data pengamatan Buoy-RAMA ini nantinya akan terintegrasi pada portal MIDAS (Maritime Integrated Data System) sebagau rumah data bagi seluruh kegiatan yang terkait kelautan secara real time.

InaPRIMA juga merupakan partisipasi BMKG dalam Global Ocean Observing System (GOOS). Diharapkan kegiatan ini dapat membawa manfaat bagi kita terkait pemahaman mengenai cuaca dan pengembangan kemaritiman Indonesia melalui informasi cuaca dan iklim. Dan kedepannya juga tentu bertujuan untuk memperlihatkan jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim terbesar di dunia. (AF/MKA)

Leave a Comment